Selasa, 18 Oktober 2016

Bebas Bayar | Cara Hemat Solusi Pembayaran Keluarga

Ini adalah postingan perdana di tahun 2016, saya pengen ngasih informasi yang Insya Allah sangat berguna dan rugi banget kalau belum tahu informasi ini. Hehehe..

Sebelumnya, saya mau tanya kalian kalau bayar tagihan Listrik, PDAM, dan Telkom  kemana? Pasti ke loket Pembayaran Tagihan PPOB kan? Terus dikenai biaya admin antara Rp. 2500 - Rp. 3000 per transaksi. Saya, tiga bulan yang lalu juga seperti itu, tapi sejak kenal Bebas Bayar saya mengalihkan semua tagihan tersebut melalui Bebas Bayar.

bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online

Saya sendiri kenal Bebas Bayar sejak akhir Desember 2015 tepatnya tanggal 25 Desember 2015 lewat status seorang mastah IM (Internet Marketing) di timeline Facebook. Karena seorang mastah aja gabung kenapa saya nggak ikutan gabung toh daftarnya 100% GRATIS. Nah, dari kata GRATIS ini saya udah dibuat mati penasaran dong dengan Bebas Bayar. Soalnya saya tahu kalau aplikasi sejenis ini nggak ada yang GRATIS rata-rata berbayar mulai 200ribu - 500ribu.
Selain daftarnya yang GRATIS, kita juga bakalan dapat Cashback Transaksi yang bervariasi mulai dari Rp. 25 (pembelian pulsa) s/d Rp. 10.000 (Reservasi Tiket Pesawat). Untuk tagihan listrik dapat cashback sebesar Rp. 900 per transaksi. Saya sendiri setiap bulan harus membayar tagihan listrik sebanyak 6 tagihan. Wah, kok banyak banget? Iya, karena ada beberapa Rumah dan Kost milik uwak saya yang now di Jakarta, dan saya diserahi mengurus tagihan itu di Palembang. Bayangkan saja tiap bulan saya harus membayar biaya admin sebesar Rp. 15.000 dan dalam setahun jadi Rp. 180.000. Belum lagi pengeluaran PDAM, telepon rumah dan pulsa bulanan orang serumah yang mencapai 500ribu/bulan.Tapi sejak gabung Bebas Bayar saya bisa berhemat hingga Rp. 64.800 dalam setahun. Lumayan buat beli kerupuk bisa dapat berkarung-karung :D Pokoknya Bebas Bayar ini  sangat cukup menghemat pengeluaran bulanan deh, dan pastinya menjadi solusi pembayaran keluarga yang hemat, praktis, kapanpun dan dimanapun.

Peluang Bisnis dari Bebas Bayar

Jadi, disamping kemudahan melakukan transaksi pembayaran untuk keluarga sendiri, Bebas Bayar juga ada dua peluang bisnis yang sangat menjanjikan keuntungannya. Yang pertama dengan langsung menawarkan jasa pembayaran tagihan PPOB, Tiket dan Pulsa lewat teman atau tetangga terdekat, terserah cara promosinya. Mau lewat sebar brosur yang difotokopi, lewat sms, lewat status sosmed, atau lewat broadcast BBM. Nggak perlu repot buka konter/toko udah bisa jalanin bisnis ini dari rumah. Keuntungan yang kita dapat ya melalui Cashback Transaksi. Untuk pulsa sendiri saya sarankan harga dinaikkan soalnya cashback pulsa sangat sedikit.Terus bukti struk pembayaran gimana kalau diminta kustomer? Tenang, struk pembayaran Bebas Bayar bisa di print kok. Ini buktinya.

Foto Struk Bebas Bayar
Kalau sudah punya printer di rumah, langsung aja print struknya dengan login ke akun Bebas Bayar lewat Laptop/PC. Pilih menu Laporan pada sidebar kiri. Terus klik tombol Printer warna Biru. Saya sendiri mencetak menggunakan kertas ukuran A6 (ukuran A4 saya potong menjadi 4 bagian), biar menghemat kertas.

Laporan Transaksi Bebas Bayar
Dan yang kedua, buat kalian yang jago dalam dunia Networking seperti MLM nggak ada salahnya ikutan Program Affiliasi dari Bebas Bayar yang berpotensi menghasilkan Rp 25 Juta/bulan. Kehebatan program ini bisa memiliki kedalaman 5 level dan ditiap level tidak dibatasi jumlah member. Sebagai ilustrasi saya bisa liat tabel dibawah.

Level        Jumlah Member Downline        Jumlah Transaksi        Komisi per transaksi        Jumlah Komisi        
Level 11010Rp. 25Rp. 2500
Level 210010Rp. 25Rp. 25.000
Level 3100010Rp. 25Rp. 250.000
Level 41000010Rp. 25Rp. 2.500.000
Level 510000010Rp. 25Rp. 25.000.000

Ilustrasi diatas jika mampu mengajak 10 orang dan setiap setiap orang mampu menduplikasi hingga level 5. Setiap bulan jumlah transasksi 10 serta rata-rata komisi RP. 25 per transaksi.

Gimana? Udah pasti berminat dong daftar Bebas Bayar dengan peluang bisnis yang bikin ngiler... Caranya cukup mudah kok.
Daftar melalui Online
1. Daftar di http://bebasbayar.com/?b=16d70393
2. Minimal deposit Rp. 10.000 yang dapat di transfer ke Bank Mandiri, BCA, BRI, dan BNI (pilih salah satu)

Daftar melalui SMS kirim ke 085606527999 / 082244823999/ 087759011112
DAFTAR*NAMA*NOHP*BANK*NOMINAL*12162044
contoh:
DAFTAR*Marwan Ogabe*0813 6663 8385*BCA*10000*12162044

Terus, setelah deposit masuk, bisa langsung digunakan untuk transaksi pembelian apa saja asal uang deposit mencukupi.

Cara Melakukan Transaksi 
1 Login ke https://dashboard.bebasbayar.com masukkan ID Bebas Bayar dan Password.
2. Pilih menu transaksi yang ingin dilakukan.
Pilihan Menu Transaksi Bebas Bayar
Buat kalian yang banyak kegiatan di luar rumah, transaksi Bebas Bayar juga dapat dilakukan lewat smartphone berbasis Android dan iOS. Tinggal cari di Play Store atau App Store, ketikkan kata kunci Bebas Bayar dan langsung deh install. Menu mobile ini sama persis lengkapnya dengan versi web, jadi dimanapun  dan kapanpun tetap bisa melalukan transaksi.

Tampilan Mobile Bebas bayar

Kalau ada masalah saat transaksi gimana, kan kadang kalau beli pulsa sering ada trouble? Tenang Kakak, customer service Bebas Bayar siap melayani 24 jam non stops. Dan asal tahu aja, mereka semua ini ramah-ramah loh.. Saya aja sering banget dapat bantuan dari mereka,

Sebagai penutup artikel ini, nggak ada salahnya saya berbagi video singkat betapa mudahnya membayar semua tagihan bulanan di Bebas Bayar lewat segenggam tangan kita.

Kalau telah selesai membaca semua postingan ini dan tertarik bergabung bisa japri saya lewat Whatsapp di 0813 6663 8383. Oke, sampai ketemu lagi di postingan bermanfaat saya selanjutnya.

Rabu, 17 Juni 2015

Sidang Promosi Doktor: Aries Munandar (Program Studi Ilmu Kesejahteraan Sosial)



Rabu (17/6/2015), bertempat di Auditorium Juwono Sudarsono, Kampus FISIP UI Depok, Aries Munandar berhasil mempertahankan disertasinya di hadapan penguji dan meraih gelar doktor di bidang Ilmu Kesejahteraan Sosial. Judul disertasi Aries, “Kajian Manajemen Mitigasi Bencana dan Kesiapsiagaan Penanggulangan Bencana Alam (Kasus: Penanggulangan Bencana Alam Gempa Bumi dan Tsunami di Kota Bengkulu).”
Penelitian ini mengkaji perubahan pelaksanaan manajemen mitigasi dan manajemen kesiapsiagaan penanggulangan bencana alam gempa bumi dan tsunami. Hal ini sehubungan berlakunya Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana. Sebagai kasus studi, penelitian dilakukan di Kota Bengkulu.
Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif yang ‘diperkaya’ dengan pendekatan kuantitatif Analysis Hierarchy Process (AHP) dan kuantitatif Assessment Framework. Analisis penelitian kualitatif deskriptif dan kuantitatif AHP menunjukkan bahwa unsur manajemen yang menonjol dapat dilaksanakan dalam manajemen mitigasi adalah Organizing dan Coordinating. Sedangkan dalam manajemen kesiapsiagaan adalah Organizing, Coordinating, dan Directing. Analisis Assesment Framework menyimpulkan adanya peningkatan indeks kesiapsiagaan Pemerintah Kota Bengkulu dari kategori ‘Belum Siap’ pada 2006 menjadi ‘Hampir Siap” pada 2014.
Berdasarkan seluruh hasil penelitian, diperoleh temuan baru, yakni: (1) teridentifikasi terjadinya pemberdayaan pemerintah daerah dalam proses penyelenggaraan manajemen penanggulangan bencana berdasarkan Undang-Undang Penanggulangan Bencana; (2) diperlukan modifikasi teori Siklus Manajemen Penanggulangan Bencana (Carter, 1991:52) untuk konteks manajemen penanggulangan bencana alam gempa bumi dan tsunami; (3) terbukanya kesempatan mengimplementasikan pendekatan pembangunan sosial dalam manajemen penanggulangan bencana.
Dalam sidang promosi doktor Aries, hadir sebagai ketua sidang, Dr. Arie Setiabudi Soesilo, M.Sc. Promotor dalam sidang doktor Aries adalah Prof. Dr. Bambang Shergi Laksmono, M.Sc. Sedangkan yang menjadi kopromotor Dr. Ir. Aca Sugandhy, M.Sc. Anggota sidang terdiri dari Dr. Ir. Timbul P.M. Panjaitan, M.A., dr. Mondastri Korib Sudaryo, M.S., D.Sc., Prof. Dr. der Soz. Gumilar Rusliwa Somantri., dan Fentiny Nugroho, M.A., Ph.D.

Link Terkait:

Kamis, 23 April 2015

Dian Kusuma

Dian Kusuma
Dian Kusuma is a Doctor of Science (DSc) candidate in global health at the Harvard School of Public Health, majoring in health systems and minoring in both political economy and economics. He holds a master’s degree (MPH) in international health development from the KIT-Vrije Universiteit Amsterdam and a bachelor’s degree in public health policy from the University of Indonesia. Prior to attending Harvard, he worked as a research and teaching assistant at the University of Indonesia.





Kusuma will be joining the HKS Indonesia Program as a research fellow. His research focuses on public policy analyses for conditional cash transfers and universal health coverage. He aspires to improve population health by promoting sustainable national health insurance systems in developing countries.


Dian Kusuma adalah Doctor of Science (DSc) calon dalam kesehatan global di Harvard School of Public Health, jurusan sistem kesehatan dan minoring baik ekonomi politik dan ekonomi. Dia memegang gelar master (MPH) dalam pembangunan kesehatan internasional dari KIT-Vrije Universiteit Amsterdam dan gelar sarjana dalam kebijakan kesehatan masyarakat dari Universitas Indonesia. Sebelum menghadiri Harvard, ia bekerja sebagai asisten penelitian dan mengajar di Universitas Indonesia.

Kusuma akan bergabung dengan Program HKS Indonesia sebagai sesama penelitian. Penelitiannya berfokus pada analisis kebijakan publik untuk transfer tunai bersyarat dan cakupan kesehatan universal. Dia bercita-cita untuk meningkatkan kesehatan penduduk dengan mempromosikan sistem asuransi kesehatan nasional yang berkelanjutan di negara-negara berkembang.

Selasa, 21 Oktober 2014

Tips Melepas Botol

 Menghentikan atau mengganti suatu kebiasaan tidaklah mudah. Anak perlu beradaptasi dengan kebiasaan baru. Jadi, sangatlah mungkin ia menolak, mengangis dan bahkan marah ketiak ia tidak bisa lagi minum susu dari botol. Lakukanlah secara bertahap untuk membantunya menyesuaikan diri minum susu dari gelas dengan :
  • izinkan anak memilih gelas yang ia sukai corak dan gambarnya
  • Ajak si kecil membuat susu di gelas tersebut. Buatlah kebiasaaan minum susu suatu aktivitas yang menyenangkan.
  • Lakukanlah bermain pura-pura, seolah-olah sedang jamuan the dan susu menggunakan gelas.
Pada hari penyesuaian awal, anda masih bisa berkompromi, misalnya ia masih boleh minum dari botol satu kali dalam sehari, dan selebihya harus minum susu dari gelas. Agar pembentukan kebiasaaan ini berlangsung efektif, konsistensi orang tua sangat diperlukan. Artinya, anda harus mulai tega untuk tidak lagi memberikan botol susu meski anak anda merengek-rengek. Namun Jangan lupa, memberikan apresiasi positif berupa pujian ketika ia mau minum susu dari gelas.

Perkembangan Bayi Minggu Pertama

Pada minggu pertama atau kedua setelah persalinan tugas anda hanyalah merawat bayi anda dan berusaha untuk mengenalnya. Sebisa mungkin usahakan untuk cukup beristirahat, tapi jangan lupa melakukan senam pasca melahirkan untuk memulihkan peredarahan darah anda dan mengembalikan otot-otot yang meregang ke bentuk semula. Selama beberapa minggu pertama mungkin kebiasaan makan dan tidur bayi anda belum terpola, namun dengan mempelajari perilaku dan kebiasaannya, anda akan segera menemukan cara terbaik untuk mengatasinya dengan baik.

Bila hendak disusui dengan asi, pada awalnya bayi akan sering menuntut untuk menyusu, setiap kali dalam jumlah sedikit. Proses ini akan membantu mendorong persediaan susu anda, dan membuat anda harus sering bersentuhan fisik dengannya. Disamping itu hisapan tersebut akan merangsang rahim anda untuk mengerut kembali ke bentuk awal sebelum kehamilan. Akibat dari kontak awal ini, 80% dari waktu terjada bayi akan terpakai untuk menatap wajah anda. Kini daya tangkap utamanya berada pada tingkat yang paling teliti, dan karena ia mendapatkan segalanya dari anda, tanpa menyentuh, mendengar suara, serta menghirup aroma tubuh anda, ia tak akan terangsang untuk menggunakan dan mengembangkan kemampuan yang sudah dibawanya saat dilahirkan.

Beberapa refleks awalnya akan menghilang begitu sistem syarafnya telah berkembang, namun bayi akan mengembangkan anggota tubuhnya dan mencengkeramkan, tangannya erat-erat pada anda di saat terkejut. Ciri khas yang lain yang mengirigi bayi saat baru dilahirkan juga lenyap setelah beberapa minggu. Kepalanya yang memanjang kini mulai membulat, rambut-rambut halu yang menutupi tubuhnya berguguran, warna kulit dan kotorannya akan lebih normal. Mungkin bayi masih suka tidur dengan posisi janin, namun akan lebih rileks dengan belaian dan usapan lembut. Kepala bayi masih perlu ditopang saat anda mengangkatnya, namun bayi akan semakin bisa mengendalikan kepalanya, terutama bila anda sering menggendongnya.

Begitu ASI anda mengali dengan lancar dan selera makan bayi anda telah berkembang, menyusunya mulai semakin jarang dan waktu menyusunya akan lebih lama. Namun waktu terbanyak yang dihabiskannya dihadapan payudara anda, bukanlah menyusu, justeru menikmati kontak, pembicaraan sambil sesekali mengisap payudara anda. Tak satupun kata yang terbuang percuma. Bahkan saat ia berbaring sendirian dalam ayunannya, bayi akan menikmati suara anda yang sudah sangat dikenalinya. Dengan segera anda belajar untuk bereaksi dan menyesuaikan diri dengan kebutuhan bayi anda, yang akan mendapat imbalan dalam bentuk tanggapan dan rasa puas si bayi.

Memandikan Bayi – Beberapa Tips Penting



Memandikan bayi bisa menjadi kesempatan bagi Anda dan bayi Anda untuk mempererat hubungan. Apa saja yang perlu Anda siapkan agar semuanya berjalan lancar dan aman?
Waktu dan Frekuensi
Untuk bayi yang baru lahir, sebaiknya ia dimandikan 2-3 jam setelah proses kelahiran, pada saat kondisi tubuhnya sudah stabil. Seiring dengan perkembangannya, biasa di negeri kita yang tropis ini bayi dimandikan dua kali dalam sehari. Waktu yang paling baik biasanya sebelum ia makan di pagi hari (untuk mencegah muntah) dan sebelum ia tidur di malam hari, agar ia dapat tertidur dengan lelap.
Peralatan
Siapkan semua yang akan Anda perlukan sebelum proses memandikan dimulai dan kumpulkan di tempat yang berdekatan dengan posisi Anda. Ini penting, karena bayi Anda harus terus berada dalam genggaman Anda hingga selesai, untuk menghindari resiko si kecil tergellincir dan tenggelam dalam air. Beberapa peralatan yang standar untuk memandikan si kecil antara lain:
  • Bak mandi
  • Waslap
  • Handuk
  • Sabun dan sampo (jika Anda ingin menggunakannya)
  • Kapas
  • Popok
  • Pakaian ganti
  • Mainan untuk mengalihkan perhatiannya
Hingga bayi usia 6 bulan (sudah bisa duduk tegak), sebaiknya Anda menggunakan bak khusus untuk bayi. Sebagian ahli menyarankan untuk menggunakan sabun hanya jika cuaca sangat panas dan ketika si kecil benar-benar kotor. Karena ini jarang terjadi, maka sebenarnya memandikan bayi hanya dengan air saja (tanpa sabun) merupakan kebiasaan yang justru positif.
Air
Gunakan air hangat bersuhu sekitar 36-37 C. Untuk bayi hingga usia 6 bulan, kedalaman air sebaiknya tidak lebih dari 10 cm. Untuk bayi yang sudah lebih besar, Anda bisa menuangkan air hingga ke seukuran pinggangnya ketika ia duduk. Memandikan bayi dengan air dingin masih menimbulkan kontroversi…
Langkah-langkah
  • Mulailah dari mata si kecil. Gunakan kapas untuk membersihkan matanya. Basahi kapas, dan bersihkan mata si kecil dari arah dalam keluar. Gunakan kapas baru untuk mata yang sebelahnya lagi.
  • Beralihlah ke bagian lain pada wajahnya; pipi, telinga, dahi dan seterusnya.
  • Selanjutnya bershikan kepalanya. Gunakan sampo sesekali. Ketika membersihkan kepalanya, gunakan cangkir/gelas kecil untuk menuangkan air ke atas kepala (jika Anda menggunakan gayung, khawatir air tertuang terlalu banyak sekaligus). Lindungi bagian matanya agar ia tidak merasa panik dan terganggu.
  • Lanjutkan membersihkan tubuhnya dari leher hingga ke ujung kakinya, namun bagian pantat sebaiknya diakhirkan.
  • Bersihkan bagian pantat si kecil ketika proses mandi sudah selesai. Berdirikan ia di baknya lalu bersihkan pantatnya.
  • Siapkan handuk dan segera lilitkan ke tubuhnya agar ia tidak kedinginan.
  • Baringkan ia dan kenakan pakaiannya. Saat ini juga merupakan waktu yang tepat untuk melakukan pijatan jika Anda mau.
Catatan Penting
  • Posisi tangan yang baik ketika memandikan si kecil adalah tangan kiri di belakang tengkuknya, memegang kepala dan leher bayi. Tangan kiri ini harus selalu berada pada posisi seperti ini selama memandikan si kecil.
  • Gunakan mainan untuk mengalihkan perhatian si kecil, sehingga Anda tidak kerepotan.
  • Pastikan setiap lekuk tubuhnya dibershikan dengan baik.
  • Bagian-bagian sulit seperti lubang hidung serta telinga bagian terluar dapat dibersihkan menggunakan kapas basah.
Selamat mencoba…

Rabu, 15 Oktober 2014

Jemur Bayi Setelah Pukul 8 Pagi, Cukup Beresiko

M. Faisal Khalil Ogabe dijemur-doc pribadi
Tadi pagi ketika saya membaca artikel ini ditabloid femme edisi 08 - Th IV, saya jadi ingin menuliskannya diblog ini. Saya pikir ini sangat bermanfaat untuk para ibu. 

Awalnya saya berpikir bahwa matahari pagi sampai jam 10 itu baik untuk bayi, tapi nyatanya untuk bayi bagusnya sampai jam 8 pagi. Jadi, asumsi saya selama ini salah. Sebenarnya pihak RS tempat saya bersalin sudah menginformasikan hal tersebut, tapi ya saya terlalu sok tau. hehe. Supaya ibu-ibu tidak salah asumsi seperti saya, berikut adalah artikelnya :
Kebiasaan orang tua menjemur bayi di bawah sinar matahari di pagi hari sepertinya mulai ditinggalkan ibu-ibu muda. Padahal menjemur bayi selama 5-15 menit tiap hari menghindarkan bayi dari penyakit kulit kuning dan mengaktifkan vitamin D yang membuat tulang bayi lebih kuat. Namun dianjurkan menjemur bayi sebelum pukul 8 pagi, karena setelah itu sinar matahari kurang baik bagi kulit bayi dan bisa menyebabkan kulit bayi terbakar. 

Bagaimana cara tepat menjemur bayi, dan bolehkah bayi dijemur tiap pagi? 
Tradisi menjemur bayi di pagi hari rupanya sangat bermanfaat bagi bayi. Menurut Dr. Cynthia Rindang SpA, (dokter anak di RS Puri Indah Kembangan, Jakarta Barat) bahwa menjemur bayi di pagi hari di Indonesia masih direkomendasikan karena dapat mengurangi penyakit kuning pada bayi yang baru dilahirkan.  Selain itu, menjemur bayi di pagi hari juga bermanfaat mengaktivasi vitamin D yang terdapat pada kulit bayi yang dibutuhkan untuk pertumbuhan sel tulang bayi sehingga makin kuat.

Hal senada juga dikatakan dr. Margareta Komalasari SpA (dokter anak di RSPP), sinar matahari pagi membantu penyerapan vitamin D sehingga kalsium yang dibutuhkan tulang terserap lebih optimal. Selain itu juga bisa mencegah penyakit kuning pada bayi. "Sinar matahari juga dapat mengurangi bilirubin atau jaundice dimana bilirubin larut saat terkena sinar matahari dan keluar melalui buang air seni atau kotoran bayi yang membuat bayi terbebas dari penyakit kuning", jelas dr.Margareta.

Cara Menjemur
Menurut dr. Margareta menjemur bayi harus melihat kondisi cuaca. Jangan menjemur bayi saat cuaca berangin, karena dapat membuat bayi kedinginan. "Jemur bayi membelakangi arah datangnya sinar matahari, hindari kontak mata bayi dengan sinar matahari langsung", tegasnya.  Bukan hanya itu, sebaiknya bayi dijemur sebelum dimandikan. "Kalau sudah dimandikan baru dijemur, bayi akan kembali berkeringat dan ini membuat bayi tidak nyaman sehingga rewel", tambahnya lagi.
Lebih lanjut dr.Cynthia mengatakan, ada baiknya pakaian bayi dibuka dan hanya menggunakan popok saja saat bayi dijemur agar seluruh kulit bayi terpapar sinar matahari. "Menjemur bayi ini nggak harus di luar rumah. Tapi bukan cahaya matahari yang dipantulkan atau melewati kaca/jendela karena kurang baik bagi bayi", tutur dr.Cynthia.

Waktu Menjemur
Pada prinsipnya bayi sudah boleh dijemur sejak bayi baru lahir.  Menurut dr.Margareta SpA, waktu yang tepat menjemur bayi adalah sebelum pukul 8 pagi. "Setelah pukul 8, sinar matahari sudah mulai terik ditakutkan dapat membahayakan kulit badan bayi seperti kulit terbakar", jelas dr. Margaretha. Ciri bayi kulitnya terbakar ditunjukkan dengan kulit berwarna merah, menimbulkan perih, nyeri, dan juga gatal pada kulit bayi.
Sementara itu lamanya waktu menjemur dikatakan cukup 5 sampai 15 menit per hari meski ada pula yang merekomendasikan hingga 30 menit seminggu (5 menit sehari). "Bayi yang kulitnya lebih putih memerlukan waktu menjemur lebih lama dari bayi berkulit lebih gelap. Tapi jika 5 menit kulit bayi memerah maka waktu berjemur bisa diakhiri," jelas dr. Cynthia.

Tips
Berikut beberapa tips yang bisa dilakukan saat menjemur bayi:
  • Buka pakaian bayi agar seluruh kulit bayi terpapar matahari pagi
  • Jemur bayi di tempat yang tidak terlalu terbuka (di luar) yang  banyak angin.
  • Jangan menjemur bayi setelah pukul 8 pagi.
  • Jemur bayi 5-15 menit. Bagi bayi yang berusia lebih dari tiga bulan bisa dijemur 10 menit bagian punggung dan 10 menit bagian depan, tapi halangi agar mata bayi tidak terkena sinar matahari langsung
  • Berikan ASI pasca bayi dijemur.

Moral of this artikel :
  1. Ternyata menjemur bayi sebelum pukul 8 pagi itu sangat bermanfaat untuk mencegah penyakit kuning. Selain itu, sinar matahari juga dapat membantu pertumbuhan tulang bayi.
  2. Happy sunbathing kids..