Bakar - Bakaran Talang Tengah

Kali ini sebuah perjalanan membuang diri. Perjalanan yang mengantarkan kakiku ke suatu desa di Pinggiran Kota Palembang. Maaf, kali ini saya tidak sedang berada dalam kondisi demikian. Namun, mungkin perihnya bisa jadi serupa rasanya apabila saya bisa goreskan dalam catatan ini.
17 Juli 2009, tengah hari selepas sholat jumat. Kami berdua belas bertolak dari Palembang menuju Desa terakhir menuju Desa Talang Tengah.  Namun bagiku, tak ada salahnya berpikiran positif karena dengan ini, penduduk Talang Tengah dapat dengan mudah untuk mengangkut hasil kebunnya.

PELAJARAN PERTAMA : “Tak ada salahnya berpikiran positif!!!”
Setibanya di Talang Tengah kami pun merapatkan diri ke sebuah rumah milik seorang yang sangat familiar, bersahabat, dan bersahaja. Kami memanggilnya Om' carman orang tua dari teman kami Rio Satria .
Om' Carman  memang sangat akrab dikalangan penduduk sekitar mengingat beliau dengan bangganya mengabdi kepada Negara Indonesia dengan mengabdikan dirinya sebagai Penolong bagi Masyrakat  yang tertimpa musibah disana. Oleh Om’ Carman kami menemukan PELAJARAN KEDUA : “Ikhlas berbuat semata-mata Karena ALLAH SWT!!!”Luar biasa, Om’…semoga Allah SWT senantiasa memberikan Pertolongannya kepada Sang Penolong Kita.

Desa Talang Tengah, Desa yang berada di dipingran Kota Palembang merupakan desa yang sangat Subur Tanahnya, Ramah warganya, penuh dengan suasana kekeluargaan. Disanalah kami menghabiskan waktu seharian untuk sekedar beristirahat, mengumpulkan tekad dan tenaga untuk kembali melanjutkan perjalanan  menuju Lembah Ramma’.di desa yang indah ini. Menikmati makan siang yang nikmat dan beberapa gelas kopi penangkal hawa  dipedesaan. Selepas makan siang, kami kembali berbincang dengan Om’ Carman. PELAJARAN KETIGA kami temui pada kesempatan itu : “Tak ingin Terkenal namun ingin selalu Dikenang.” Setidaknya prinsip itulah yang membuatnya tetap tegar melakoni hidupnya yang bersahaja namun bermakna. Perbincangan siang itu berlangsung singkat namun memberikan hamparan makna yang luas bagi kami.

Setibanya di sana kami langsung dihadapkan dengan hamparan sawah yang hijau dan perkebunan karet yang sangat luas.
yang membuat hati kami tenang tak seperti biasa kami rasakan di tempat kami tinggal. suasana seperti ini lah yang kami rindukan dari dulu.
disini lah terciptanya 3k (kebersamaan, kekompakan, dan kekeluargan) yang hangat.

 selanjutnya yang tak terlwatkan adalah sesi fhoto-fhoto



1 komentar :