Sabtu, 19 Oktober 2013

Tips Menghilangkan Stress Menjelang Hari “H” Pernikahan Bagi Pengantin Baru

Banyak calon pengantin baru merasa gugup dan stress menjelang  hari “H” Pernikahan. Itu wajar saja, namanya juga akan memasuki suatu fase baru dalam hidupnya dan tidak jarang persiapan pernikahan juga membuat pikiran menjadi semakin rumit. Padahal pikiran seperti itu tidak seharusnya mengganggu karena bisa mempengaruhi kesehatan anda. Berikut ini saya berikan trik cara mengurangi stress yang muncul jelang hari “H” pernikahan untuk para calon pengantin baru sebagaimana yang saya kutip dari ezinearticles.com


Olahraga
Percaya atau tidak, berolahraga dapat melancarkan metabolisme tubuh dan sangat penting untuk mengurangi dampak stress bagi tubuh anda. Olahraga dapat mengaktifkan hormon-hormon dalam tubuh termasuk juga hormon yang membuat perasaan anda lebih rileks dan segar. Hal ini bisa menekan stress yang anda alami. Stress membuat tubuh menjadi lemah, terlihat kurang sehat bahkan terlihat lebih tua dari usia sebenarnya. Apakah anda ingin menikah dengan penampilan seperti itu?

Tulis Catatan
Dalam masa persiapan menjelang hari H pernikahan, kita memang tidak mengerjakan semua persiapan itu sendiri melainkan dibantu juga oleh teman dan keluarga kita. Namun tetap juga otak kita merasa was-was dan tidak bisa tenang meskipun semua persiapan sudah ditangani oleh orang lain. Agar semua bisa terkontrol dalam pikiran anda, cobalah untuk menulis hal-hal apa yang akan dilakukan dan beri tanda centang hal apa saja yang sudah dikerjakan. Dengan begitu anda bisa mengetahui hal yang belum selesai dikerjakan dan memberikan gambaran seberapa persen segala persiapan yang telah dilakukan.

Refreshing
Refreshing adalah hal yang paling asyik untuk menghilangkan stress. Refreshing bisa berupa jalan-jalan ke pantai, nonton film atau konser musik dan hal lainnya yang bisa membuat anda sedikit rileks dan melupakan kepenatan. Tidak mesti harus mahal-mahal pergi ke tempat wisata, jalan-jalan bersama teman pun bisa menjadi refreshing.

Kamis, 10 Oktober 2013

Bhakti Sosial Tagana dan Relawan Asean + 3 Apel Bersama di Jakabaring Sport City

Jakabaring - Bencana, baik alam maupun sosial dapat terjadi setiap saat. Oleh karena itu, keberadaan Tagana diharapkan memberikan dampak yang positif bagi masyarakat. Untuk mewujudkan hal ini, dilaksanakan Apel Nasional Tagana dalam rangka Bhakti Sosial Taruna Siaga Bencana TAGANA) dan Relawan ASEAN + 3 tahun 2013 di Lapangan Tembak, Jakabaring Sport City Palembang. Kamis, (10/10).

Dalam sambutannya, Gubernur Sumsel, H Alex Noerdin menyampaikan penghargaan dan apresiasi kepada Kementerian Sosial RI, atas kepercayaan dan terselenggaranya kegiatan Bhakti Sosial Tagana dan Relawan ASEAN + 3, karena kegiatan seperti ini dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat dalam rangka bertukar pengalaman, wawasan serta pengetahuan tentang kesiapsiagaan menghadapi bencana, baik melalui kegiatan apel, simulasi, informal shearing season, diskusi, penyuluhan, TAGANA Goes to School maupun kegiatan bhakti sosial lainnya.

Alex mengatakan dalam pengabdiannya, Tagana selalu menjadi yang terdepan di dalam penanggulangan bencana yang terjadi di Indonesia, baik dibidang tanggap darurat, evakuasi, pendistribusian logistik, penampungan sementara maupun penanganan psikososial pasca bencana bagi korban bencana.

"Sebagai informasi Sumsel memiliki 758 orang anggota Taruna Siaga Bencana (TAGANA) yang tersebar di 16 kab/kota. Dalam kiprahnya Tagana telah melakukan berbagai tugas-tugas penanggulangan bencana baik Lokal, Regional maupun Nasional, dalam bentuk kegiatan tanggap darurat, evakuasi, logistik support system, shelter, penanganan pengungsi maupun kegiatan psikosial pasca bersama bagi korban bencana" ucap Alex.

Disamping itu, lanjutnya, pada tahun 2007,  Tagana Sumsel pernah mendapat kepercayaan dari Kemensos RI sebagai tuan rumah untuk melaksanakan apel kesiagaan menghadapi bencana bagi wilayah Sumatera yang bertempat di Benteng Kuro Besak Palembang, yang dihadiri 11 prov se-Sumsel. Serta tahun 2011 BNPB Sumsel mendapat Award sebagai Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) terbaik di Indonesia. Kategori tanggap darurat, kesiapsiagaan, dan peralatan, tentu kesemuanya ini tidak terlepas dari peran Tagana dan unsur penanggulangan bencana yang ada di Sumsel.

Selain itu saat ini, Sumsel juga mendapat kepercayaan dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) untuk penanganan asap wilayah Sumatera, melalui teknik modifikasi cuaca yang bekerjasama dengan BPPT Pusat bermarkas di LANUD SMB II Palembang.

"Selanjutnya, kami juga menyampaikan terima kasih kepada Kemensos RI atas dibangunnya gudang logistik penanggulangan Bencana Wilayah Sumatera yang berada di Panti Sosial Bina Remaja Indralaya, sebagai gudang pemenuh kebutuhan logistik untuk kesiapsiagaan menghadapi bencana diwilayah Sumatera" tuturnya.

Sementara, Menteri Sosial RI, Salim Segaf Aljufri mengatakan Kegiatan APEL TAGANA ASEAN +3 ini juga menunjukkan pentingnya kolaborasi dan kerjasama, karena bencana alam bukan saja tertuju pada penanganan korban saja tetapi juga dalam hal manajemen bencana yang tentunya sudah punya standar internasional. Kepesertaan negara-negara Asean pada kegiatan ini dapat menjadi pembelajaran juga sebagai benchmarking atas prinsip dalam manajemen bencana; cepat berfikir, cepat bertindak" terangnya.

APEL TAGANA ASEAN +3 hakekatnya adalah kesetiakawanan sosial, membangun rasa peduli dan berbagi, sehingga media ini dapat dijadikan sebagai salah satu upaya memotong kejadian-kejadian kebencanaan yang tidak berguna.

Dalam kesempatan tersebut juga di lakukan penyerahan Bantuan oleh Menteri Sosial RI Bantuan Program Keluarga Harapan dan Keserasian Sosial dan Bedah Kampung dengan total sebesar Rp. 20. 993. 300. 000.

Turut hadir dalam acara tersebut, Dirjen Perlindungan dan Jaminan Sosial, Andiza. Dulung, Irjen Kemensos RI, Karun, Kepala BPB yang diwakili Inspektur Utama BNPB, Bintang Susmaryanto, Bupati Lahat, Syaifudin Aswari Rifa'i, Wakil Bupati MUBA, Benny Hernedi, Wakapolda Sumsela, M Zulkarnain, Wakajati Sumsel, Sri Harijati, dan Kasdam II SWJ, Brigjen TNI Toto S Moerasad.

Persiapan Apel Nasional Bhakti Sosial Taruna Siaga Bencana (TAGANA) dan Relawan ASEAN + 3



Jakabaring - Saat ini para peserta dan undangan Apel Nasional Tagana dalam rangka Bhakti Sosial Taruna Siaga Bencana (TAGANA) dan Relawan ASEAN + 3 sudah memenuhi lokasi kegiatan di Venue menembak
Jakabaring Palembang, Kamis (10/10/2013.



Para peserta, panitia dan undangan sudah mempersiapkan kegiatan apel dan berbagai simulasi atraksi dari anggota Tagana.



Kegiatan apel nasional Tagana dan relawan ASEAn +3 di Palemang Sumsel ini, dihadiri langsung Menteri Sosial Salim Segaf Aljufri dan Gubernur Sumsel H Alex Noerdin serta perwakilan negara peserta.
  
 


 


Sudah tampak hadir Gubernur Alex Noerdin, Bupati Lahat Syaifuddin Aswari dan perwakilan penerima bantuan Keluarga Harapan dari Kemensos RI.

Rabu, 09 Oktober 2013

Bedah Kampung Tingkatkan Kesetiakawanan Sosial

Menteri Sosial Salim Segaf Al Jufri bedah kampung di Plaju Darat Palembang, Rabu (9/10).

Plaju - Sebanyak 20 ribu unit rumah di seluruh Indonesia akan diperbaiki dalam program bedah kampung. Untuk tahap awal, Pemprov Sumsel medapat bantuan sebanyak 93 rumah yang dibedah yakni di Kelurahan Plaju Darat Palembang.

Menteri Sosial RI Dr Salim Segaf Al Jufri, menargetkan melakukan bedah rumah untuk 2,3 juta rumah tidak layak huni di Indonesia. Namun program ini akan dilakukan secara bertahap.
“Sampai saat ini kita telah melakukan bedah kampung untuk 20.000 unit rumah se Indonesia. Anggaran yang diberikan untuk setiap bedah rumah adalah Rp 10 juta,” ujarnya di sela-sela acara launching bedah rumah di Plaju Darat, kemarin.

Dia mengimbau, kepada masyarakat untuk mengawasi pembangunan rumah yang dibedah dalam program bedah kampung ini. Pasalnya, dana yang digunakan berasal dari APBN.
“Program ini dibuat untuk membantu meringankan masyarakat untuk memiliki rumah layak huni. Selain itu, kita juga ingin menumbuhkan rasa kesetiakawanan karena rumah tersebut dibangun oleh tim Tagana,” bebernya.

Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Provinsi Sumsel, Apriyadi menerangkan, jumlah rumah yang tidak layak huni di Sumsel masih cukup banyak. Oleh karena itu, sebelum Kemensos melaksanakan program bedah kampung, Pemprov Sumsel telah lebih dulu melaksanakan program bedah rumah yakni pada 2012.

“Tahun ini ada 200 unit rumah yang kita bedah dengan menggunakan dana APBD Provinsi. Setiap rumah dialokasikan anggaran sebesar Rp 15 juta,” paparnya.
Bedah rumah yang berasal dari APBD Provinsi, sambung dia, tersebar di beberapa kabupaten/kota di Sumsel yakni Palembang, Ogan Ilir, Banyuasin dan Banyuasin. “Tahun depan kita akan melakukan bedah rumah untuk 100 rumah lansia,” katanya.

Salah seorang warga yang mendapatkan program bedah kampung ini adalah Suwardi (65) Warga Jalan Talang Pete, Kelurahan Palju Darat, RT 30 RW 05 Tegal Binangun, Kecamatan Plaju.
Dia mengatakan,  rumah yang ditinggalinya saat ini terbuat dari papan dan hanya berukuran 2,5 x 3 meter berlantai tanah. Semenjak orang tuanya meninggal dirinya hidup sendiri dan hingga saat ini belum berkeluarga. Bahkan  untuk memenuhi kebutuhan hidupnya sehari hari, dia bekerja sebagai buruh bangunan.

“Saya sangat bersyukur dibangunkan rumah berukuran 5x4 meter permanen batu persis dibelakang rumahnya,” kata dia.

Suwardi menjelaskan, dia berdomisili di kediaman yang ditempatinya saat ini sejak tahun 1985 yang lalu. Rumah yang dibangun saat ini adalah milik sendiri yang merupakan warisan dari kedua orang tuanya.”Sekitar empat bulan yang lalu saya mendapat kabar dari ketua RW 05 bahwa berdasarkan survei rumah saya akan dibedah. Ternyata benar hari ini saya dibangunkan rumah permanent,” tandasnya.

Tagana Hijaukan Kompleks Olahraga Jakabaring (JSC)

 
Direktur Perlindungan Sosial Korban Bencana Alam Kemensos, Margowiyono dan Iyan Kusmadiana

 Bhakti Sosial yang dilakukan TAGANA diawali dengan TAGANA GARDEN, yaitu TAGANA dari 33 provinsi masing masing membawa pohon atau pohon khas dari daerah masing-masing -antara lain pohon Buah Merah dan Matoa dari Provinsi Papua dan Papua Barat, Kayu Hitam/Ebony dari Provinsi Sulawesi Tengah, Bintangok, Tolohio dari Provinsi Gorontalo, Nyatoh dan Gaharu dari Provinsi Nusa Tenggara Timur dan Barat, Duku Langsat dari Kalimantan Selatan, Rambutan Binjai dari Provinsi Sumatera Utara, Kuku, Biti dan Jati dari Sulawesi



Tenggara, Rambutan, Durian dan Kelapa Sawit dari Provinsi Kepulauan Riau, Petai dari Provinsi Sumatera Barat, Durian dari Provinsi Jawa Barat, Rambutan, Jambu dan Kopi dari Provinsi Kalimantan Tengah, Kelengkeng dan Mangga dari Provinsi Lampung, Sawo dari Daerah Istimewa Yogyakarta serta Kelengkeng, Sawo dan Belimbing dan Provinsi Jawa Tengah- secara serentak ditanam di samping gerbang Gelora Jakabaring.

Merupakan berkah tersendiri untuk Provinsi Sumatera Selatan, atau khusunya Gelora Jakabaring memperoleh sumbangan dari TAGANA  dari seluruh penjuru Indonesia.
Dengan harapan tetap terawat, maka pohon-pohon ini pasti kelak akan menghasilkan.Amin. 

TAGANA GOES TO SCHOOl


Jakabaring - TAGANA Goes To School adalah program Bhakti Sosial TAGANA yang bertujuan untuk membuka wawasan pelajar dan peserta didik dari mulai Sekolah Dasar hingga Sekolah Menengah Atas dalam manajemen bencana.
SMA NEGERI 19 Alamat : Jl. Gubernur HA Bastari, Seberang Ulu I
Kecamatan : Seberang Ulu II
Telepon : 7077785
Kepala Sekolah : Drs.H.Budiono Marihan,M.Si
Status Sekolah : Negeri
Lokasi sekolah yang dipilih adalah :
SD Negeri 89
Alamat : Komplek Perum TOP
Kecamatan : Seberang Ulu I
Telepon : 081377544918
Kepala Sekolah : Redawati, S.Pd
Status Sekolah : Negeri











SMP-SMA OLAHRAGA NEGERI SRIWIJAYA
(SEKOLAH KHUSUS OLAHRAGAWAN) Alamat: Jln. Maluku V Komp. OPI Jaka Baring Palembang Telp. 0711-7538490
MAN 1 Palembang
NPSN 10604050
Alamat : Jl. Gub. H. Ahmad Bastari Jakabaring Seberang Ulu I Kotamadya Palembang Sumatera Selatan 30257
 Telp. : 0711 –7386500



SMAN Sumatera Selatan (Sampoerna Academy)
Jl. Pangeran Ratu RT 11/RW 08
Kelurahan 8 Ulu, Kecamatan Seberang Ulu 1
Palembang 30252 – Sumatera Selatan
Telp : 0711 – 753 9549
Fax : 0711 – 753 9766
Hotline : 0821 8087 7899

Senin, 07 Oktober 2013

Persiapan TAGANA GOES TO SCHOOL

Kepala dinas Sosial Provinsi Sumsel Apriyadi menyampaikan kata sambutan
ARYADUTA, PALEMBANG - Kepala Dinas Sosial Provinsi Sumsel, Apriyadi men
gatakan akan mengedukasi para pelajar dengan kegiatan Tagana Goes to School.

Menurut Apriyadi kegiatan yang diselenggarakan itu untuk mengajarkan para pelajar mulai SD-SMA bagaimana cara melakukan penyelamatan.

"Mungkin nanti dari sejumlah negara yang hadir, Jepang yang dapat sharing lebih banyak mengenai bencana alam. Karena Jepang yang paling paham," ujar Apriyadi dalam jumpa pers di Hotel Aryaduta, Senin (7/10/2013)